5 Kesalahan Nasabah Asuransi yang Paling Sering Dilakukan

Banyak orang kini telah memiliki produk asuransi. Mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa hingga asuransi yang jarang dimiliki seperti asuransi mobil maupun properti. Masing-masing jenis asuransi ini memiliki kegunaannya tersendiri.

Untuk asuransi kesehatan, salah satu yang paling sering ditemui adalah BPJS Kesehatan. Asuransi jenis ini digunakan untuk membantu biaya pengobatan di rumah sakit baik rawat inap maupun rawat jalan. Sedangkan untuk asuransi jiwa digunakan untuk memberikan pertanggungan terhadap keluarga yang ditinggalkan karena pemilik polis meninggal.

Nah, salah satu jenis asuransi yang masih jarang dimiliki orang adalah asuransi kendaraan. Asuransi ini nantinya akan memberikan perlindungan terhadap segala risiko pada mobil dan pengendaranya selama dalam perjalanan. Kerusakan ringan, berat hingga kasus kehilangan merupakan perlindungan dasar yang akan diberikan oleh asuransi ini.

Dalam praktiknya, seringkali seseorang membeli produk asuransi yang salah dan berujung pada penyesalan jangka panjang. Agar kamu tidak mengalami hal serupa, berikut terdapat beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh nasabah asuransi dengan harapan kita bisa terhindar dari kesalahan tersebut.

5 Kesalahan Nasabah Asuransi yang Paling Sering Dilakukan

1. Merasa iba dengan agen asuransi

Untuk mendapatkan nasabah, perusahaan asuransi swasta memang seringkali mengalami kesusahan dalam menjangkau pasarnya. Sehingga, berbagai cara pun akan dilakukan untuk mencapai target jumlah nasabah dalam satu periode.

Nah, seringkali masyarakat merasa iba terhadap para agen-agen asuransi swasta ini. Sehingga tanpa pertimbangan yang jelas, mereka mau mendaftarkan dirinya atau asetnya untuk dimasukkan ke dalam proteksi dari produk asuransi mereka.

Padahal, biasanya premi asuransi dari perusahaan swasta cenderung lebih tinggi dibandingkan yang berasal dari perusahaan milik negara. Selain itu, terkait kebijakan juga sedikit berbeda. Beberapa persyaratan mungkin akan menyulitkan nasabah.

Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk menandatangani polis, ada baiknya kamu membaca polis secara keseluruhan. Agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Entah itu kesulitan dalam mengajukan klaim atau hal yang lain.

2. Tidak memahami manfaat dari produk asuransi yang dibeli

Poin yang satu ini menjadi salah satu yang kerap terjadi di masyarakat. Banyak orang memiliki sebuah produk asuransi namun tidak mengetahui apa saja kegunaannya.

Untuk itu ada baiknya sebelum membeli sebuah asuransi, kamu mencaritahu terlebih dahulu mengenai detail apa saja yang termasuk dalam perlindungan, apa saja yang bisa menggugurkan klaim dan lain-lain.

Informasi mengenai detail produk asuransi harus benar-benar kamu kuasai. Agar jika sewaktu-waktu pihak asuransi tidak mau bertanggungjawab untuk hal yang termasuk dalam pertanggungan, kamu bisa menyanggahnya dan memberikan bukti yang tertulis pada polis.

3. Kesalahan nasabah asuransi tidak memberitahu orang terdekat

Ketika kamu memiliki asuransi, ada baiknya kamu menceritakan hal tersebut pada orang-orang terdekat. Entah keluarga, sanak saudara, teman atau pasangan. Hal ini guna membuat mereka tahu, apabila sewaktu-waktu terjadi risiko pada dirimu, mereka bisa mewakilkannya untuk melakukan klaim.

Contoh saja ketika kamu mengalami kecelakaan dan membuat tak sadarkan diri beberapa hari. Apabila kamu tidak memberitahu keluarga bahwa kamu memiliki asuransi, tentu mereka pasti akan membiayai rumah sakit dengan uang pribadi.

Sedangkan, jika kamu sudah memberitahunya, setidaknya keluarga akan membantu melaporkan kejadian yang kamu alami pada pihak asuransi untuk kemudian diajukan sebagai klaim pertanggungan.

4. Asal dalam menandatangani polis

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, sebagai calon nasabah kamu harus cerdik dan cermat dalam membaca polis asuransi yang diberikan. Pastikan semua perlindungan yang tercantum di dalamnya adalah perlindungan yang kamu inginkan.

Jangan sampai terdapat perlindungan yang tidak ada padahal kamu butuhkan atau terdapat perlindungan yang tidak kamu butuhkan tetapi tercantum dalam polis tersebut. Sebab, hal ini akan mempengaruhi jumlah premi yang harus kamu bayarkan tiap bulannya.

5. Menganggap asuransi sama dengan investasi

Anggapan yang satu ini kerapkali kita temukan di masyarakat. Masih banyak orang yang berpikir bahwa asuransi adalah salah satu bagian dari investasi. Padahal jelas kedua produk ini berbeda. Asuransi digunakan untuk memberikan perlindungan, sedangkan investasi digunakan untuk menjamin kehidupan di masa depan.

Meski berbeda, kedua hal ini harus berjalan beriringan. Karena sifatnya yang saling melengkapi satu sama lain.

Nah, itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan masyarakat atau nasabah asuransi. Kurangnya literasi seringkali membuat masyarakat jatuh terjerembab dalam lubang asuransi yang merugikan. Padahal, seharusnya produk ini memberikan keuntungan dan jaminan keamanan pada apapun yang dilindunginya.

Untuk itu, pastikan kamu menghindari berbagai macam kesalahan yang ada di atas. Jangan sampai menimpa kamu juga, ya.